Dari Sabun Cuci Tangan Era Pandemi, Bigfast Banjarbaru Kini Jadi Pemasok 12 Gerai Mie Gacoan
Banua Tv,Banjarbaru – Pandemi Covid-19 yang sempat menjadi masa sulit bagi banyak pelaku usaha justru membuka peluang bagi Bigfast untuk membangun bisnis produk kebersihan dari nol. Lima tahun berjalan, usaha rumahan di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, itu kini mampu membukukan omzet hingga Rp80 juta per bulan.


Bigfast didirikan pada 2021 dengan memproduksi berbagai kebutuhan kebersihan rumah tangga, mulai dari sabun cuci piring, sabun cuci tangan hingga cairan pembersih lantai. Sabun cuci tangan menjadi produk yang pertama kali mendapat permintaan tinggi ketika masyarakat membutuhkan perlengkapan kebersihan selama pandemi.
Owner Bigfast, Irwaningsih, mengatakan kebutuhan yang awalnya muncul karena kondisi pandemi kemudian berkembang menjadi peluang usaha dengan pasar yang terus bertahan hingga sekarang.

“ Saat pandemi Covid-19 melanda, salah satu barang yang paling dicari yaitu sabun cuci tangan. Dan hingga saat ini produk kami menjadi kebutuhan setiap rumah tangga,” ujarnya pada Senin (07/09/2026).
Dari pasar rumah tangga, Bigfast perlahan memperluas jangkauan hingga menyasar sektor usaha dan institusi. Produk yang diproduksi di Banjarbaru tersebut kini digunakan oleh sejumlah pelaku usaha dan fasilitas pelayanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“ Saat ini kami melayani, alhamdulillah, 12 cabang Mie Gacoan Kalselteng sebagai penyuplai tetap produk pembersih Bigfast. QMall Banjarbaru juga salah satunya, serta beberapa rumah makan dan rumah sakit di Banjarbaru dan Banjarmasin,” ungkap Irwaningsih.

Meluasnya pasar membuat skala usaha Bigfast ikut meningkat. Saat ini, omzet yang berhasil dibukukan berada pada kisaran Rp50 juta hingga Rp80 juta setiap bulan.
Namun, perjalanan menuju capaian tersebut tidak mudah. Pada awal usaha berdiri, Bigfast harus terlebih dahulu membangun kepercayaan konsumen karena mereknya belum dikenal masyarakat.
Untuk memperkenalkan produk, Bigfast memilih strategi pemasaran langsung. Calon pelanggan diberikan sampel agar dapat mencoba sendiri kualitas produk sekaligus melihat pelayanan yang diberikan.

“Awal kami berdiri di tahun 2021 itu kesulitan mengenalkan produk karena masyarakat belum mengenal brand Bigfast. Solusinya, kami langsung menawarkan kepada customer dengan memberikan sampel, menunjukkan bagaimana kualitas kami dan bagaimana pelayanan kepada customer,” jelasnya.
Setelah berhasil membangun pasar, persoalan baru muncul pada sisi produksi. Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi karena sebagian besar bahan masih didatangkan dari Pulau Jawa.
Kondisi tersebut membuat Bigfast harus menjaga ketersediaan bahan baku agar produksi tetap berjalan dan permintaan pelanggan dapat dipenuhi.
Di tengah proses pengembangan usaha, dukungan pemerintah daerah juga menjadi salah satu faktor yang diapresiasi. Pemerintah Kota Banjarbaru dinilai memberikan perhatian terhadap perkembangan UMKM lokal, termasuk melalui dukungan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby.

“Alhamdulillah sekali, untuk dukungan dari Pemerintah Banjarbaru, terutama dari Ibu Wali Kota, sangat mensupport usaha kami. Beberapa waktu lalu beliau juga yang meresmikan pembukaan gudang produksi kami,” tuturnya.
Dari sisi produksi, satu rangkaian proses membutuhkan waktu sekitar dua hari. Tahapannya dimulai dari pencampuran bahan baku hingga produk siap dikemas.
Salah satu proses penting adalah homogenisasi. Setelah bahan dicampurkan, produk harus didiamkan sekitar 24 jam untuk memastikan campuran berada dalam kondisi yang sesuai sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya hingga pengemasan.

Perjalanan Bigfast memperlihatkan bagaimana sebuah usaha dapat tumbuh dengan membaca kebutuhan pasar. Produk yang awalnya banyak dicari karena situasi pandemi kemudian dikembangkan menjadi kebutuhan rutin rumah tangga hingga produk pendukung operasional usaha dan institusi.
Kini, dengan omzet Rp50 juta hingga Rp80 juta per bulan dan pelanggan dari berbagai sektor, Bigfast menjadi salah satu contoh UMKM lokal Banjarbaru yang berhasil membangun pasar secara bertahap melalui kualitas produk, pelayanan dan strategi pemasaran langsung.
Dari sebuah kebutuhan sederhana di tengah pandemi, Bigfast kini telah berkembang menjadi produsen lokal yang mampu memasok kebutuhan kebersihan bagi jaringan usaha dan sejumlah institusi di Banjarbaru dan Banjarmasin.


