Bukan Lagi Penonton di Pinggir Lapangan, Gagasan Movevision Antar Mahasiswa ULM Raih Prestasi Nasional
in , , ,

Bukan Lagi Penonton di Pinggir Lapangan, Gagasan Movevision Antar Mahasiswa ULM Raih Prestasi Nasional

Bukan Lagi Penonton di Pinggir Lapangan, Gagasan Movevision Antar Mahasiswa ULM Raih Prestasi Nasional

Banua Tv,Banjarmasin – Gagasan sederhana untuk membuat siswa tunanetra lebih aktif mengikuti pelajaran olahraga mengantarkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Alexander Dwiky Hermawan, meraih Juara Harapan II kategori Disabilitas pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Nasional 2026.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Prestasi tersebut diraih Alex melalui gagasan Movevision, sebuah teknologi asistif multiplatform yang dirancang untuk membantu siswa disabilitas netra mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif secara lebih aktif dan mandiri.

Ajang PILMAPRES Nasional 2026 berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten, pada 4–8 Agustus 2026. Alex merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ULM.

Movevision berangkat dari persoalan yang masih dihadapi siswa tunanetra dalam pembelajaran olahraga. Alih-alih terlibat aktif di lapangan, mereka kerap hanya berada di sisi lapangan ketika kegiatan pendidikan jasmani berlangsung.

Melalui teknologi yang menghubungkan aplikasi mobile, smart watch, dan earphone, Movevision menawarkan sistem petunjuk gerak yang memungkinkan siswa tunanetra mengikuti aktivitas olahraga dengan bantuan instruksi yang terkoneksi.

“Selama ini teman-teman netra hanya menjadi penggembira yang duduk di pinggir lapangan saat mata pelajaran olahraga. Namun dengan Movevision, mereka dapat bergerak melalui petunjuk yang terkoneksi dengan aplikasi mobile, smart watch dan earphone,” ujar Alex menjelaskan gagasannya.

Bagi Alex, inovasi tersebut bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi upaya membuka kesempatan yang lebih setara bagi siswa tunanetra dalam memperoleh pengalaman belajar yang sama dengan peserta didik lainnya.

Gagasan Movevision lahir dari keprihatinannya terhadap terbatasnya ruang gerak dan partisipasi aktif siswa disabilitas netra dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah.

Dengan sistem petunjuk gerak berbasis teknologi, Movevision diharapkan dapat membantu siswa tunanetra beraktivitas secara lebih mandiri sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran olahraga.

Inovasi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, 4, dan 10 yang mencakup kesehatan, pendidikan berkualitas, serta pengurangan kesenjangan.

Keberhasilan Alex mendapat apresiasi dari Rektor ULM, Prof. Ahmad, yang turut hadir dalam acara pengumuman pemenang. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ULM memberikan ruang yang sama bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi.

“Ini adalah bentuk komitmen ULM sebagai kampus inklusif. ULM mewadahi semua mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi tanpa terkecuali. Alex membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan,” pungkas Prof. Ahmad.

Prestasi Alex sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa penyandang disabilitas mampu menghasilkan gagasan inovatif dan bersaing di tingkat nasional. Movevision menjadi contoh bagaimana persoalan aksesibilitas dapat diubah menjadi peluang inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan.

ULM pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, agar memiliki kesempatan mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Tak Sekadar Pameran, Pamor Borneo 2026 Bidik Investasi dan Hilirisasi Produk Kalsel

Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkab dan DPRD Balangan Perkuat Arah Pembangunan