PUPR Kalsel Benahi Titik Rawan di Jalur Banjarbaru–Batulicin, Geometrik Jalan Diperbaiki
in , , , , , ,

PUPR Kalsel Benahi Titik Rawan di Jalur Banjarbaru–Batulicin, Geometrik Jalan Diperbaiki

PUPR Kalsel Benahi Titik Rawan di Jalur Banjarbaru–Batulicin, Geometrik Jalan Diperbaiki

Banua Tv,Banjarbaru – Keselamatan pengguna jalan di ruas Banjarbaru–Batulicin menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Menyusul kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapa waktu lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat berbagai langkah peningkatan fasilitas keselamatan di jalur tersebut.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Langkah tersebut diawali dengan koordinasi lintas instansi bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui rapat dan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, mengatakan pihaknya turut prihatin atas kecelakaan yang terjadi dan segera melakukan evaluasi teknis bersama seluruh pihak terkait.

“Kami turut prihatin atas kejadian tersebut. Kami menghadiri gelar rapat sekaligus meninjau lokasi kejadian terkait kondisi jalan bersama Polda Kalsel, Polres Tanah Bumbu, Dinas Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu,” ujar Misna.

Dari hasil evaluasi, kondisi fisik jalan dinilai masih memenuhi standar dengan permukaan yang baik, tersedia bahu jalan, marka jalan, serta jarak pandang pengemudi yang masih memadai meski berada pada medan menanjak.

“Secara teknis kondisi jalannya baik, permukaan jalan mulus, tersedia bahu jalan, titik pandang pengemudi masih memenuhi meskipun berada pada medan sedikit menanjak. Seluruh informasi tersebut kami sampaikan dalam rapat sebagai bahan evaluasi bersama,” jelas Misna.

Meski kondisi jalan dinilai baik, PUPR Kalimantan Selatan tetap mengambil langkah preventif dengan menambah rambu-rambu lalu lintas, papan imbauan, hingga berkoordinasi untuk peningkatan penerangan jalan umum di sejumlah titik.

Selain itu, perbaikan geometrik jalan juga terus berjalan di beberapa lokasi rawan. Penanganan dilakukan di kawasan Kelok 12 dan Gunung Papua melalui dukungan pemerintah pusat, sedangkan titik Bunglai dan Temunih dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026.

Misna mengungkapkan progres pekerjaan yang dibiayai APBD telah melampaui 40 persen dan diharapkan selesai sesuai target.

Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat melintasi jalur Banjarbaru–Batulicin yang memiliki karakteristik pegunungan dengan tanjakan, turunan, dan tikungan.

“Jalan Banjarbaru–Batulicin merupakan jalur alternatif dengan kondisi geometrik pegunungan dan bukit, sehingga pengendara harus memperhatikan batas kecepatan. Untuk jalur lurus maksimal 60 kilometer per jam, sedangkan pada tikungan batas kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. batas kecepatan menjadi salah satu kunci keselamatan,” katanya.

PUPR Kalimantan Selatan memastikan peningkatan keselamatan di ruas tersebut akan terus dilakukan secara bertahap melalui penambahan rambu, pembangunan penerangan jalan, serta koordinasi berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Langkah-langkah yang kami lakukan merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Ke depan kami terus berkoordinasi melalui forum lalu lintas agar penanganan keselamatan di ruas Banjarbaru–Batulicin semakin optimal,” tutup Misna.

Tinggalkan Balasan

Lomba B2SA Jadi Strategi Kalsel Kenalkan Pangan Lokal Sekaligus Percepat Penurunan Stunting

Hari Jadi ke-76 Kalsel Dirangkai Peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari