Lomba B2SA Jadi Strategi Kalsel Kenalkan Pangan Lokal Sekaligus Percepat Penurunan Stunting
in , , ,

Lomba B2SA Jadi Strategi Kalsel Kenalkan Pangan Lokal Sekaligus Percepat Penurunan Stunting

Lomba B2SA Jadi Strategi Kalsel Kenalkan Pangan Lokal Sekaligus Percepat Penurunan Stunting

Banua Tv,Banjarbaru – Pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat provinsi, pemerintah mendorong lahirnya inovasi menu sehat berbahan pangan lokal sebagai salah satu langkah mendukung percepatan penurunan angka stunting.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan itu juga dirangkaikan dengan Lomba Paduan Suara Mars PKK, sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menilai lomba tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pangan lokal yang melimpah.

“Lomba ini menjadi wadah edukasi, kreativitas, dan inovasi dalam menyusun menu makanan berbasis potensi pangan lokal yang melimpah di daerah kita. Tantangan ketahanan pangan saat ini tidak hanya pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana membangun pola konsumsi keluarga yang seimbang secara gizi,” ujarnya.

Ia mengatakan berbagai komoditas lokal seperti singkong, jagung, talas, ikan sungai, hingga sayuran khas Banua memiliki kandungan gizi tinggi yang dapat diolah menjadi menu sehat untuk keluarga.

“Karena itu, peran kader PKK dan Posyandu sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat agar lebih memanfaatkan potensi pangan lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menjelaskan bahwa fokus utama Lomba B2SA tahun ini adalah penyusunan menu bergizi berbasis pangan lokal untuk balita dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.

“Melalui lomba ini kita ingin melihat bagaimana pengembangan menu bergizi yang memanfaatkan bahan pangan lokal. Banyak bahan seperti waluh, teratai, tanaman paku, dan berbagai sayuran lokal lainnya yang memiliki nilai gizi tinggi serta mudah diperoleh masyarakat,” ungkap Syamsir.

Selain itu, Syamsir mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Lomba B2SA maupun Lomba Mars PKK tingkat nasional.

“Kalimantan Selatan siap menjadi tuan rumah kegiatan nasional. Ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pangan lokal sekaligus memperkuat gerakan ketahanan pangan berbasis sumber daya daerah,” ujarnya.

Pada akhir perlombaan, Kabupaten Balangan berhasil menjadi Juara I Lomba Cipta Menu B2SA, disusul Kota Banjarbaru sebagai Juara II dan Kota Banjarmasin sebagai Juara III. Balangan juga meraih Juara I pada Lomba Paduan Suara Mars PKK, diikuti Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tabalong.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap budaya konsumsi pangan lokal bergizi semakin berkembang di masyarakat sekaligus memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga dan ketahanan pangan daerah.

Tinggalkan Balasan

Bakula Water Selangkah Lagi Meluncur, BPAM Banjarbakula Fokus Tuntaskan Sertifikasi dan Perizinan

PUPR Kalsel Benahi Titik Rawan di Jalur Banjarbaru–Batulicin, Geometrik Jalan Diperbaiki