Dislautkan Kalsel Jaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Lewat Rehabilitasi Mangrove di Takisung
in , , , ,

Dislautkan Kalsel Jaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Lewat Rehabilitasi Mangrove di Takisung

Dislautkan Kalsel Jaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Lewat Rehabilitasi Mangrove di Takisung

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan berkelanjutan yang diusung Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.

~ Advertisements ~

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rehabilitasi Wilayah Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun Anggaran 2026 dengan penanaman mangrove menggunakan metode tanam mangrove rumpun berjarak di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut.

Program rehabilitasi tersebut bertujuan memulihkan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi, gelombang, serta dampak perubahan iklim. Selain itu, keberadaan mangrove juga berperan penting sebagai habitat berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Pak Gubernur H. Muhidin memiliki komitmen kuat agar pembangunan di Kalimantan Selatan berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Melalui rehabilitasi mangrove ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga membangun perlindungan alami bagi wilayah pesisir, menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir di masa mendatang,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (30/7/2026).

Rusdi menjelaskan, metode tanam mangrove rumpun berjarak dipilih karena dinilai lebih efektif meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada kawasan pesisir yang memiliki karakteristik tertentu.

“Kami berharap rehabilitasi ini mampu mempercepat pemulihan kawasan mangrove sehingga fungsi ekologisnya kembali optimal. Mangrove memiliki peran yang sangat penting sebagai habitat ikan, udang, kepiting, hingga berbagai biota lainnya yang mendukung produktivitas sektor perikanan tangkap maupun budidaya,” katanya.

Pelaksanaan rehabilitasi mangrove tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026, yang dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Rusdi menegaskan, keberhasilan pelestarian mangrove tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas lingkungan.

“Hari ini kita menanam, esok mangrove akan menjaga. Menjaga pesisir yang lebih kuat, ekosistem yang lebih lestari, serta masa depan generasi mendatang. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam melestarikan mangrove sebagai warisan alam yang sangat berharga bagi Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Melalui rehabilitasi mangrove tersebut, Dislautkan Kalimantan Selatan optimistis upaya pelestarian kawasan pesisir akan semakin memperkuat ketahanan lingkungan, menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan, serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang tangguh, lestari, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Inovasi Anak Muda Balangan, EcoGuard Light Trap Sukses Kendalikan Hama Tanpa Pestisida

Pemkab Banjar Perkuat Keamanan Informasi untuk Cegah Ancaman Siber