Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Terpilih, Pemuda Banua Siap Jadi Penggerak Pelestarian Lingkungan
Banua Tv,Banjarmasin – Pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 resmi berakhir. Ajang yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Rangkaian seleksi yang berlangsung sejak 27 Juli 2026 ditutup di Banjarmasin, Rabu (29/7/2026). Para peserta dinilai berdasarkan gagasan, inovasi, komitmen, serta kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.
Pada ajang tersebut, Saiful Ahyar dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan berhasil meraih predikat Juara I Duta Pepelingasih Kalsel 2026.

Sementara itu, Alma Cayani Fairuz dari Kabupaten Tanah Laut meraih Juara II dan Nayshila Dewi Agustina dari Kabupaten Kotabaru meraih Juara III.
Untuk kategori juara harapan, Muhammad Abiyyu dari Kota Banjarmasin meraih Juara Harapan I, disusul Rizqy Fairuz Ansari dari Kabupaten Tanah Bumbu sebagai Juara Harapan II, serta Akhmad Zaini dari Kota Banjarmasin sebagai Juara Harapan III.
Kepala Dispora Provinsi Kalimantan Selatan, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Kreativitas Pemuda, Donny Dwi Harsono, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
“Alhamdulillah secara keseluruhan rangkaian seleksi Duta Pepelingasih tahun ini berjalan dengan lancar dan penuh kesan positif. Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta. Semoga para duta yang terpilih dapat menjadi agent of change, tidak hanya sebagai figur, tetapi mampu memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Donny, para Duta Pepelingasih nantinya akan kembali ke daerah masing-masing untuk menjalankan program lingkungan yang telah mereka gagas.
“Kami ingin mereka memulai perubahan dari lingkungan terdekatnya, kemudian mengembangkan gerakan tersebut agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Salah satu dewan juri, Amalia Rezeki, mengatakan kualitas inovasi peserta Duta Pepelingasih terus berkembang setiap tahun.
Menurutnya, gagasan yang muncul tidak lagi hanya berkutat pada pengelolaan sampah, tetapi telah berkembang ke berbagai bidang seperti konservasi flora, fauna, penanaman pohon, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
“Kami melihat banyak inovasi yang disuarakan generasi muda. Tidak hanya berbicara soal sampah, tetapi juga konservasi lingkungan, penanaman pohon, hingga berbagai upaya pelestarian alam. Bahkan peserta tahun ini tidak hanya mahasiswa, tetapi juga banyak pelajar SMA,” jelasnya.
Ia menambahkan, penilaian Juara I dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari orisinalitas gagasan, keberlanjutan program, konsistensi pelaksanaan, hingga dampak yang diberikan kepada masyarakat.
“Program yang dibawa Juara I tidak hanya inovatif, tetapi sudah berjalan secara berkelanjutan dan mampu menggerakkan masyarakat. Selain itu, memiliki rencana pengembangan yang jelas untuk memperluas manfaat konservasi berbasis potensi lokal,” katanya.

Sementara itu, Juara I Duta Pepelingasih Kalsel 2026, Saiful Ahyar, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya melalui inovasi Candle Circle.
Program tersebut merupakan ekosistem pemanfaatan tanaman kemiri di kawasan Loksado yang menggabungkan aspek konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami mengoptimalkan potensi kemiri menjadi produk hilirisasi berupa minyak kemiri, sementara limbah kulit kemirinya diolah menjadi briket. Tujuannya bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan alasan yang kuat bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan hutan Meratus,” ungkap Saiful.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh pengembangan potensi lokal yang tetap menjaga keseimbangan alam.
“Kami berharap inovasi ini bisa menjadi contoh dan menginspirasi lahirnya berbagai inovasi lain berbasis potensi lokal. Tidak hanya kemiri, tetapi juga berbagai tanaman lain yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Melalui Duta Pepelingasih 2026, Dispora Kalsel berharap semakin banyak generasi muda Banua yang terlibat aktif dalam gerakan lingkungan, menciptakan inovasi hijau, serta menjadi penggerak perubahan menuju pembangunan yang berkelanjutan.


