Studi Tiru ke Provinsi DIY, Diskominfo Kalsel Perkuat Pengembangan Satu Data Indonesia dan Pelayanan Digital
Banua Tv,Yogyakarta – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan studi tiru ke Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai langkah memperkuat tata kelola informasi, pengembangan Satu Data Indonesia, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, M. Muslim, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempelajari berbagai inovasi dan strategi yang telah diterapkan Diskominfo DIY dalam mengoptimalkan pelayanan publik, termasuk di tengah keterbatasan anggaran.
“Kami banyak memperoleh informasi dari teman-teman Diskominfo DIY. Mereka mampu mengoptimalkan berbagai program meskipun anggaran yang dimiliki tidak besar. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Muslim, salah satu fokus utama studi tiru ialah mempelajari tata kelola Satu Data Indonesia, mulai dari strategi pembaruan data, kebijakan pengelolaan data sektoral, hingga inovasi yang mampu menghasilkan data akurat, terintegrasi, dan mudah dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Kami ingin mempelajari strategi kebijakan yang diterapkan dalam pengelolaan satu data, bagaimana proses updating data dilakukan secara efektif, serta inovasi-inovasi yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, kami juga berdiskusi mengenai pengelolaan informasi publik agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan baru bagi Diskominfo Kalimantan Selatan dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Kunjungan kami ke Diskominfo DIY sangat membahagiakan dan mencerahkan. Banyak hal yang didiskusikan, mulai dari strategi pencapaian program, tata kelola kelembagaan, hingga langkah-langkah yang dapat kami adaptasi untuk meningkatkan pelayanan publik di Kalimantan Selatan,” katanya.
Selain pengelolaan data, rombongan Diskominfo Kalsel juga mempelajari mekanisme keterbukaan informasi publik, pengelolaan statistik sektoral, serta pola sinergi dengan berbagai mitra strategis seperti Komisi Informasi (KI), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami melihat bagaimana koordinasi informasi publik dijalankan, bagaimana data statistik sektoral dikelola dan dikomunikasikan, serta bagaimana kolaborasi dengan KPID, KI, dan berbagai pihak lainnya dapat mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui studi tiru ini, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan Diskominfo DIY guna memperkuat transformasi digital, meningkatkan kualitas tata kelola data, serta menghadirkan pelayanan informasi publik yang lebih cepat, akurat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai wadah berbagi pengalaman antardaerah.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan. Namun, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dari berbagai inovasi dan pengalaman yang dimiliki Kalsel, sehingga terjalin kolaborasi dan saling berbagi ilmu untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.


