Dispar Kalsel Matangkan Rencana Aksi Pariwisata untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen
Banua Tv,Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus mematangkan penyusunan Rencana Aksi Pengembangan Kepariwisataan sebagai strategi meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Langkah tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pemaparan laporan antara penyusunan kajian pengembangan rencana aksi kepariwisataan yang digelar di Banjarmasin, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahapan ekspos pendahuluan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tim penyusun dari Universitas Indonesia (UI) memaparkan hasil kajian sementara sebagai dasar penyusunan laporan akhir.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, mengatakan kajian tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Aksi 8 Persen guna mendukung target pertumbuhan ekonomi daerah hingga 2029.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dengan tim penyusun Rencana Aksi 8 Persen dari Universitas Indonesia melaksanakan FGD laporan antara tentang penyusunan kajian pengembangan rencana aksi pengembangan kepariwisataan Kalimantan Selatan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyusunan kajian melibatkan akademisi Universitas Indonesia yang memiliki kompetensi di bidang pertumbuhan ekonomi regional sehingga diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan karakteristik Kalimantan Selatan.
Menurut Iwan, penyusunan rencana aksi tersebut berangkat dari target pertumbuhan ekonomi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tercatat sebesar 5,2 persen, sedangkan target yang ingin dicapai pada 2029 sebesar 8,1 persen.
Sementara itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 baru mencapai 0,22 persen, sehingga masih diperlukan berbagai strategi untuk meningkatkan perannya sebagai sektor penggerak ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2025 itu 5,2 persen. Target di RPJMD pada 2029 adalah 8,1 persen. Pada 2025, sektor pariwisata berkontribusi 0,22 persen. Harapannya, pada 2029 kontribusi tersebut paling tidak bisa lebih dari satu persen terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
FGD tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi pariwisata seperti ASITA, PHRI, dan ASTINDO, kepala dinas pariwisata dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, organisasi perangkat daerah terkait, hingga Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan.
Dispar Kalsel menargetkan penyusunan Rencana Aksi 8 Persen dapat rampung pada akhir September 2026. Dokumen tersebut nantinya menjadi pedoman penyusunan program pengembangan pariwisata hingga 2029.
Melalui sinergi pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan efek berganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.


