Distan Banjar Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat Jelang Iduladha 2026
Banua Tv,Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau Tahun 2026, baik dari sisi ketersediaan maupun kesehatan ternak yang akan dipotong masyarakat.

Melalui Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara intensif sejak satu bulan terakhir untuk memastikan sapi yang beredar dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan Banjar, drh Lulu Vilavardi mengatakan stok hewan kurban di Kabupaten Banjar saat ini mencapai sekitar 2.500 ekor. Jumlah tersebut dinilai surplus dibanding prediksi kebutuhan pemotongan yang berkisar 2.020 ekor seperti tahun sebelumnya.
“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan berkoordinasi bersama wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru apabila terjadi kekurangan pasokan di kemudian hari,” jelasnya.
Menurut Lulu, pengawasan tidak hanya difokuskan pada jumlah stok, tetapi juga kesehatan hewan. Petugas dinas turun langsung mendatangi pengepul dan pedagang sapi untuk melakukan pemeriksaan fisik hingga pengambilan sampel laboratorium.
“Dari satu bulan kemarin kami sudah bergerilya mendatangi teman-teman pengumpul sapi, pedagang sapi dan dari sapi-sapi itu kami periksa semua, baik itu secara fisik, termasuk kami ambil sampel kotorannya, dan juga sebagian kami ambil sampel darahnya. Dan hasil dari lab B-Vet itu sudah keluar, insyaallah semua sapi-sapi stok kita sehat dan tidak ada masalah,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkab Banjar juga membentuk Tim Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk mendukung kelancaran proses penyembelihan hewan kurban secara syariat dan higienis.
Tim tersebut akan bekerja sama dengan asosiasi juru sembelih lokal dan petugas pemeriksa ante-mortem serta post-mortem guna memastikan pengawasan di lapangan berjalan optimal.
“Kehadiran tim ini diharapkan mampu menyiasati keterbatasan petugas dalam mengawasi proses penyembelihan secara syariat dan higienis,” pungkasnya.

