Penguatan Kapasitas ASN, Pelatihan Manajemen Bencana BPSDMD Kalsel Resmi Ditutup
Banua Tv, Banjarbaru – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya lewat Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Angkatan I yang resmi ditutup Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Kampus I BPSDMD Kalsel, Jumat (8/5/2026).

Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam membentuk aparatur yang tanggap, sigap, dan memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah melalui Sekretaris BPSDMD Provinsi Kalsel, Rina Astuti mengatakan, kondisi geografis Kalimantan Selatan membuat daerah ini rawan terhadap berbagai jenis bencana alam.
“Provinsi Kalimantan Selatan memiliki alam yang indah, namun juga memiliki potensi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, kebakaran di pemukiman, banjir, dan angin puting beliung,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai kejadian bencana tersebut telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat maupun pembangunan daerah sehingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
“Peningkatan kapasitas para pelaku penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan pada berbagai tingkat, baik di kalangan pemerintah maupun non-pemerintah, merupakan sebuah keharusan,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi dalam pengurangan risiko bencana diharapkan mampu meminimalisir korban jiwa, kerusakan lingkungan, hingga kerugian ekonomi.
“Melalui pelatihan ini, seluruh pihak diajak untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Umum dan Pilihan Jabatan Administrasi, Eliza Meilani menyampaikan seluruh peserta berhasil lulus dengan hasil memuaskan berdasarkan evaluasi sikap, keterampilan, serta penguasaan materi.
“Sebanyak 11 orang lulus dengan kualifikasi memuaskan, sementara 19 orang lainnya berhasil meraih kualifikasi sangat memuaskan,” jelasnya.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan nilai tertinggi, di antaranya Muhammad Dian Ansari dengan nilai 97,54, Hanifda 94,13, Yatna Priyatna 94,01, Reza Lazuardi 93,89, Restu Palinggi 93,49, dan Yulita Rahmi 92,03.
Eliza menuturkan, hasil evaluasi peserta selanjutnya akan dikirimkan ke Pusdiklat Penanggulangan Bencana sebagai bahan seleksi mengikuti pelatihan teknis lanjutan di Bogor.
“Diharapkan peserta yang terpilih nantinya dapat terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan mereka di tingkat nasional,” pungkasnya.


