Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kabupaten Balangan 2026 di SMPN 3 Halong. - Foto: Mc.Balangan
in , ,

BPBD Balangan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah

BPBD Balangan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah

Banua Tv,BALANGAN – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini terus dilakukan di Kabupaten Balangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan menggelar Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) 2026 di Aula SMPN 3 Halong, Kecamatan Halong, Senin (21/4/2026).

~ Advertisements ~

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 98 peserta yang terdiri dari para guru serta siswa kelas VIII dan IX. Program tersebut bertujuan menanamkan pemahaman serta keterampilan menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi di lingkungan sekolah.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep SPAB, pengenalan risiko bencana, serta manajemen darurat di satuan pendidikan. Para siswa dan guru juga diajak memetakan potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah mereka.

Tak hanya materi teori, BPBD Balangan juga memberikan simulasi praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Seluruh warga sekolah turut menyaksikan proses simulasi tersebut, bahkan beberapa siswa diberikan kesempatan langsung untuk mempraktikkan penggunaan alat tersebut di bawah bimbingan tim BPBD.

Jumaidil Hairi menegaskan bahwa program SPAB merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap berbagai ancaman bencana.

“Melalui kegiatan SPAB ini kami mengharapkan siswa mampu bertindak cepat saat darurat saat bencana datang dan bisa menjadi kader kebencanaan disekolah dan lingkungannya masing masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Halong memiliki potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran, dan angin puting beliung, sehingga penting bagi warga sekolah memahami langkah penanganan yang tepat saat terjadi kondisi darurat.

Selain itu, sekolah juga didorong untuk menyusun rencana tanggap darurat, jalur evakuasi, serta titik kumpul aman guna memastikan proses evakuasi berjalan terarah apabila terjadi bencana.

“BPBD Balangan menargetkan sekolah di Kabupaten Balangan menjadi Sekolah Aman Bencana pada tahun 2026. Setelah SMPN 3 Halong, kegiatan serupa akan digelar di beberapa sekolah lain yang masuk zona rawan bencana,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Halong, Agus, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program SPAB memberikan manfaat nyata bagi kesiapan sekolah menghadapi bencana.

“Ini penting karena sekolah harus jadi tempat yang aman jika terjadi bencana, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan lancar” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya membangun sekolah tangguh bencana tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja. Pihak sekolah berkomitmen untuk mengintegrasikan materi kebencanaan dalam proses pembelajaran serta membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

UMKM Kalsel Didorong Naik Kelas, Pemprov Gelar Pelatihan Wirausaha dan Desain Kemasan

Tingkatkan Pelayanan Publik, DPMPTSP Balangan Evaluasi Lima Layanan Prioritas