Pemkab Banjar Perkuat Kapasitas Pambakal, Bekali Public Speaking hingga Pengawasan Keuangan Desa
Banua Tv, Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melaksanakan kegiatan Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa bagi pambakal se-Kabupaten Banjar tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Treepark, Kecamatan Kertak Hanyar, Selasa (14/4/2026) pagi.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala DPMD Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Anshari, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi aparatur desa dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Hafizh Anshari menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, sehingga peningkatan kapasitas aparatur desa perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui peningkatan kapasitas ini, kepala desa atau pambakal diharapkan mampu menguasai public speaking. Dalam pelaksanaan kegiatan desa, kepala desa kerap menyampaikan sambutan, sehingga perlu dibekali tata cara penyusunan naskah dan praktik pidato,” ujarnya.
Selain penguatan kemampuan komunikasi, para pambakal juga diberikan pemahaman terkait kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam aspek administrasi desa, sistem informasi desa, pelayanan publik, serta pengadaan barang dan jasa.
Menurut Hafizh, pembekalan tersebut penting mengingat adanya perubahan kebijakan yang perlu dipahami oleh aparatur desa agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan optimal.
“Hal tersebut perlu disampaikan karena ada beberapa ketentuan kebijakan yang berubah sehingga pelaksanaan pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga menerima materi terkait pengawasan keuangan desa, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. DPMD turut mendorong kolaborasi dengan Kejaksaan melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dalam mekanisme pengawasan.
Hafizh berharap kegiatan ini dapat mendorong para pambakal menjalankan tugas dan fungsi secara profesional, meskipun memiliki latar belakang yang beragam. Selain itu, peserta juga dibekali materi manajemen konflik, etika berpakaian, serta keterampilan pendukung lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya pada bidang pengadaan barang dan jasa. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, dan dibagi dalam empat angkatan.


