in , , ,

BBTPH Kalsel Kembangkan Benih Lokal Unggul, Durian hingga Pisang Jadi Andalan

BBTPH Kalsel Kembangkan Benih Lokal Unggul, Durian hingga Pisang Jadi Andalan

Banua Tv, Banjarbaru- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura terus mengembangkan tanaman endemik hortikultura sebagai upaya memperkuat kemandirian benih serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

~ Advertisements ~

Kepala BBTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto, menyampaikan bahwa pengembangan benih unggul daerah menjadi fokus utama agar kebutuhan hortikultura dapat dipenuhi secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan luar.

“Program perbenihan ini kita arahkan untuk mengembangkan produk-produk berkualitas khas Kalimantan Selatan. Artinya, kebutuhan benih bisa dipenuhi dari daerah sendiri tanpa harus mendatangkan dari luar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kalimantan Selatan memiliki potensi varietas lokal dengan kualitas tinggi, khususnya pada komoditas buah seperti durian. Beberapa varietas yang dikembangkan di antaranya durian kani, durian otong, dan jenis lokal lainnya.

Pengembangan bibit dilakukan melalui teknik sambung pucuk dengan mengombinasikan varietas unggulan, kemudian melalui proses sertifikasi sebelum dipasarkan.

“Hasilnya tidak kalah dengan durian dari luar daerah. Terutama durian otong, itu sangat diminati dan kualitasnya luar biasa,” jelasnya, di Banjarbaru, Senin (13/4/2026).

Selain durian, BBTPH juga mengembangkan jeruk melalui metode okulasi, dengan memanfaatkan batang bawah dari biji liar yang dikombinasikan dengan varietas unggulan seperti jeruk siam Banjar.

Pengembangan komoditas pisang dilakukan melalui teknik kultur jaringan, dengan fokus pada varietas pisang kepok manurun yang memiliki permintaan tinggi di masyarakat.

“Pisang kepok manurun ini sangat diminati. Kita kembangkan melalui kultur jaringan agar menghasilkan bibit yang seragam dan berkualitas,” ungkapnya.

BBTPH juga mengembangkan tanaman endemik lain seperti alpukat lokal, mundar, kueni, dan kasturi sebagai bagian dari penguatan komoditas khas daerah.

Dalam satu tahun, BBTPH mampu menyediakan ratusan bibit hortikultura. Untuk durian dan jeruk, tersedia sekitar 600 batang bibit bersertifikat yang siap dipasarkan, sementara produksi pisang terus ditingkatkan mengikuti permintaan.

Seluruh bibit telah melalui proses sertifikasi resmi dengan label biru dan ungu sebagai jaminan mutu sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Untuk mendukung pemasaran, BBTPH membuka lapak penjualan di berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day di kawasan perkantoran gubernur, dengan harga bibit berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per batang.

Sigid berharap pengembangan tanaman endemik ini dapat mendorong minat masyarakat dalam menanam varietas lokal sekaligus meningkatkan perekonomian berbasis potensi daerah.

“Dengan benih unggul lokal yang berkualitas, kita optimistis sektor hortikultura di Kalimantan Selatan bisa semakin berkembang dan berdaya saing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Pemprov Kalsel Tingkatkan Kompetensi ASN Lewat Pelatihan SPIP, Fokus Penguatan Pengendalian Intern

HAKA Padel Tournament 2026 Diserbu 186 Peserta, Tren Padel Kian Meningkat di Kalsel