ULM Gelar Tes IELTS Perdana di Kalimantan Selatan

Banua Tv, Banjarmasin – Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencatatkan tonggak baru dalam dunia pendidikan di Kalimantan Selatan. Untuk pertama kalinya, tes International English Language Testing System (IELTS) berhasil diselenggarakan di ULM melalui kolaborasi strategis dengan IALF Bali, Sabtu (4/4/2026).
Kehadiran layanan ini menjadi angin segar bagi pejuang beasiswa dan kalangan profesional di wilayah Kalimantan. Selama ini, mereka harus menempuh perjalanan ke Pulau Jawa untuk memperoleh sertifikasi bahasa Inggris internasional yang diakui secara global.
Kepala UPA Bahasa ULM, Noor Eka Chandra, menegaskan bahwa kehadiran pusat tes ini merupakan jawaban atas tingginya kebutuhan masyarakat untuk bersaing di tingkat internasional.
Sertifikasi IELTS menjadi syarat penting untuk melanjutkan studi ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, hingga Eropa.
“Kami ingin civitas akademika dan masyarakat cukup mengambil tes di Banjarmasin. Tidak perlu lagi terbebani ongkos besar ke luar pulau. Di ULM, biaya murni sesuai standar internasional IALF dan IELTS, yakni Rp3,5 juta,” ujar Noor Eka Chandra.
Pelaksanaan perdana itu diikuti 18 peserta yang didominasi dosen, mahasiswa, serta siswa sekolah menengah yang tengah mempersiapkan diri meraih beasiswa luar negeri.
Ujian berlangsung dengan standar operasional ketat, mencakup sesi Listening, Reading, dan Writing selama tiga jam, serta sesi Speaking selama 10 hingga 15 menit. Untuk menjaga validitas hasil, sesi Speaking diuji langsung oleh Native Speaker Examiners dari IALF Bali.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pengalaman positif yang dibagikan. Salah satunya Yahya Al Abrar, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM, yang mengapresiasi kesiapan teknis pelaksanaan tes, khususnya pada sesi daring.
“Awalnya mendebarkan karena saya khawatir panggilan videonya buram atau instruksinya tidak jelas. Namun ternyata semua berjalan sangat baik. Saya sangat menikmati pengalaman tes di sini,” ungkap Yahya.
Hal serupa disampaikan Gastin, mahasiswa semester akhir Fakultas Kedokteran ULM. Ia mengaku mengikuti tes di kampus sendiri memberikan kenyamanan tersendiri.
“Kapan lagi bisa tes di kampus sendiri? Pengalamannya menyenangkan dan tidak ada tekanan sama sekali. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa ULM yang mendaftar,” tutur Gastin.
Menariknya, jangkauan layanan ini tidak hanya terbatas di Kalimantan Selatan. Peserta dari luar daerah juga turut hadir, seperti Emeral, dosen asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang memilih menempuh perjalanan darat ke Banjarmasin.
“Ini pertama kalinya saya ikut IELTS di Banjarmasin. Alhamdulillah lancar dan panitianya sangat bagus. Saya berharap tes ini terus dilaksanakan di sini,” kata Emeral.
Hadirnya lokasi tes IELTS di Banjarmasin menjadi bukti komitmen ULM dalam menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang lebih aksesibel. Ke depan, ULM diharapkan menjadi pusat pengembangan bahasa sekaligus lokasi penyelenggaraan tes IELTS secara rutin bagi masyarakat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Timur.


