Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan siapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang biasanya meningkat saat musim kemarau. Foto: MC Balangan
in , ,

Masuki Pancaroba, BPBD Balangan Waspadai Potensi Karhutla Saat Kemarau Datang

Masuki Pancaroba, BPBD Balangan Waspadai Potensi Karhutla Saat Kemarau Datang

~ Advertisements ~

Banua Tv, Balangan – Kabupaten Balangan mulai memasuki masa peralihan musim dari hujan ke kemarau atau pancaroba. Kondisi ini ditandai dengan cuaca yang tidak menentu, sebagaimana diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bahwa musim kemarau akan mulai terjadi pada April hingga Mei 2026.

Di tengah dinamika cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balangan memastikan terus melakukan pemantauan, meski hingga saat ini belum menetapkan status khusus terkait potensi bencana musiman.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melanjutkan penanganan banjir yang berada pada tahap transisi menuju pemulihan.

“Untuk status penanganan banjir kita lanjut, yang mana masih dalam transisi menuju pemulihan. Tetapi untuk penetapan status musim dan ancaman potensi bencana, kita masih dalam posisi kosong,” katanya, Selasa (31/3/2026).

Rahmi menjelaskan, penetapan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan mempertimbangkan potensi yang ada.

“Apakah nanti di Mei, atau bisa mundur lagi. Jadi tergantung potensinya dan kita mengikuti ketetapan dari provinsi,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Balangan telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana, termasuk penguatan personel serta sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Sarpras kita untuk karhutla ini insya allah lumayan terdukung, dengan di tiap kecamatan sudah ada satu unit pemadam kebakaran (damkar), setiap desa ada satu mesin alkon, dan didukung juga sosialisasi kebencanaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya potensi karhutla di Balangan, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar, khususnya setelah musim panen padi.

“Kita habis musim panen padi, lahan-lahan jadi kering dan jeraminya siap dibakar, yang mana juga kebanyakan wilayah tersebut adalah lahan gambut yang mudah terbakar,” katanya.

Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, BPBD Balangan berharap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan selama musim kemarau, sehingga dampaknya tidak meluas dan tetap terkendali.

Tinggalkan Balasan

Jembatan Pulau Laut Resmi Dibangun, Gubernur Kalsel Tekankan Tak Ada Toleransi Keterlambatan

Hampir 700 Formasi CPNS Kalsel Diusulkan, BKD Finalisasi Data dan Anggaran