PUPR Kalsel Siapkan Pengeringan Irigasi Jelang Musim Tanam

Banua Tv, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Selatan resmi mengumumkan rencana pengeringan Daerah Irigasi Riam Kanan yang mencakup wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Langkah ini merupakan bagian dari program pemeliharaan berkala guna menjaga fungsi optimal jaringan irigasi, sebagaimana hasil kesepakatan dalam Sidang Komisi Irigasi Provinsi Kalimantan Selatan pada 1 Oktober 2025.
Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Kalsel, Wahid Ramadani menjelaskan bahwa pengeringan dilakukan untuk mendukung pembersihan dan perbaikan saluran irigasi yang saat ini mengalami penurunan kapasitas.
“Pengeringan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan saluran primer dan sekunder, termasuk pembersihan gulma dan sedimentasi yang telah mengurangi kapasitas aliran air,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia mengungkapkan, pertumbuhan gulma yang pesat serta penumpukan sedimentasi di saluran primer menyebabkan aliran air tidak optimal karena menutup penampang basah saluran.
Untuk itu, PUPR Kalsel akan melakukan pemeliharaan pada saluran primer sepanjang 24,047 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 62,834 kilometer. Selain pembersihan, perbaikan juga akan dilakukan pada sejumlah bangunan irigasi yang mengalami kerusakan.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air, khususnya dalam mendukung kebutuhan pertanian pada musim tanam 2026–2027, serta kebutuhan air minum dan sektor lainnya.
Dalam prosesnya, ketinggian muka air di saluran primer akan diturunkan hingga mencapai elevasi dasar saluran atau sekitar nol meter, guna memaksimalkan pekerjaan alat berat selama pemeliharaan berlangsung.
PUPR Kalsel menjadwalkan kegiatan pengeringan dan pemeliharaan ini berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Sehubungan dengan itu, masyarakat dan para pengguna air, khususnya petani, diimbau untuk melakukan langkah antisipasi dan penyesuaian aktivitas.
“Pengeringan dan pemeliharaan dijadwalkan berlangsung pada bulan September hingga Oktober 2026. Kami berharap seluruh pengguna air dapat menyesuaikan kebutuhan dan aktivitasnya,” tambah Wahid.
Pemerintah juga memastikan akan menyampaikan informasi lanjutan apabila terjadi perubahan jadwal melalui pengumuman resmi maupun media sosial.
Melalui langkah ini, sistem irigasi Riam Kanan diharapkan kembali berfungsi optimal, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan serta kebutuhan air masyarakat di Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.


