Inovasi Logistik Bencana BPBD Balangan Diakui Provinsi, Sistem Distribusi Hingga Desa Dinilai Layak Direplikasi

Banua Tv, Balangan – Pola penanganan logistik kebencanaan yang diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balangan mendapat pengakuan dari tingkat provinsi.Β
Sistem distribusi bantuan yang menjangkau hingga tingkat desa melalui integrasi program kewilayahan dinilai sebagai terobosan yang layak direplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.
Pengakuan tersebut disampaikan saat jajaran Bidang Kedaruratan dan Logistik dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan monitoring ke kantor BPBD Balangan.Β
Kunjungan yang dipimpin Kepala Bidang dan Kasubdit Logistik itu bertujuan memantau sistem persediaan logistik sebelum melanjutkan agenda kerja ke wilayah Kabupaten Tabalong.
Dalam pertemuan tersebut, BPBD Balangan memaparkan inovasi standar respons cepat yang dikembangkan melalui sistem Sisilogbana. Melalui skema ini, pengelolaan logistik kebencanaan tidak lagi terpusat di gudang kabupaten, melainkan telah didistribusikan ke setiap kecamatan.
Langkah tersebut dinilai efektif untuk memangkas waktu penyaluran bantuan ketika status darurat bencana ditetapkan, terutama di wilayah yang memiliki akses geografis menantang.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi menjelaskan bahwa penguatan sistem logistik tersebut dilakukan dengan menyinkronkan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Dengan skema ini, setiap desa memiliki mandat untuk mengelola serta menyediakan stok logistik secara mandiri di tingkat lokal.
“Provinsi cukup terkejut mendengar pemaparan kami. Program kita ini mirip dengan punya provinsi, tapi kita punya nilai lebih yaitu sinergi langsung dengan program Kencana dan Destana. Jadi tidak berhenti di kecamatan saja, tapi sampai ke desa,” jelas Rahmi.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif pemerintah desa dalam penyediaan bantuan pangan dan peralatan darurat menjadi bukti kuat adanya gotong royong lintas jenjang dalam penanggulangan bencana.
Dengan sistem tersebut, masyarakat yang terdampak tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh bantuan dasar karena stok telah tersedia di wilayah terdekat.
Rahmi juga mengungkapkan bahwa tim monitoring provinsi memberikan apresiasi terhadap perkembangan manajemen logistik yang diterapkan di daerah yang dikenal sebagai Bumi Sanggam tersebut.
“Bahkan tadi mereka menyampaikan, jika ada kabupaten atau kota lain yang bertanya bagaimana tata kelola logistik yang baik, maka mereka tidak ragu merekomendasikan untuk bertanya ke Balangan,” ungkapnya.
Ke depan, penguatan koordinasi antara BPBD, kecamatan, hingga desa akan terus ditingkatkan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan logistik tetap stabil sehingga daerah tersebut selalu siap menghadapi potensi bencana dengan dukungan logistik yang kuat dan terorganisir.


