Kabar Gembira bagi Pecinta Mancing! Lomba “Maunjun Banua Championship” Digelar di Desa Mali-Mali April Mendatang

Banua Tv, Banjar – Kabar gembira bagi para pecinta memancing atau yang akrab disapa angler. Ajang lomba memancing Maunjun Banua Championship 2026 akan digelar di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada April mendatang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi dan adu keterampilan memancing, tetapi juga membawa misi sosial. Panitia mengusung jargon “Beramal Sambil Beramian Sanakkk…”, di mana sebagian hasil kegiatan akan didonasikan untuk pembangunan mushola atau langgar di Desa Mali-Mali.
Lomba memancing tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 April 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, dengan lokasi di Sungai Antasan, Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Dalam kompetisi ini, panitia menetapkan kategori pemenang berdasarkan hasil tangkapan terbanyak. Jenis ikan yang diperlombakan adalah ikan bawal dengan total tebaran mencapai 200 kilogram. Menariknya, seluruh ikan hasil tangkapan peserta diperbolehkan untuk dibawa pulang.
Pendaftaran lomba dibuka mulai 8 hingga 31 Maret 2026. Panitia mengimbau para pemancing yang berminat untuk segera mendaftar karena kuota peserta terbatas.
Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp75.000 per peserta. Dengan biaya tersebut, peserta akan mendapatkan fasilitas makan siang, piala, serta sertifikat. Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik untuk memeriahkan kegiatan.
Tak hanya itu, panitia juga menyediakan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang lomba. Juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar Rp2.000.000, juara kedua Rp1.500.000, dan juara ketiga Rp1.000.000. Sementara untuk kategori harapan, masing-masing disiapkan hadiah Rp500.000, Rp300.000, dan Rp200.000.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti lomba ini dapat menghubungi panitia melalui telepon atau WhatsApp di nomor 0812-4170-9873 (Rian).
Melalui kegiatan ini, panitia berharap lomba memancing tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus membantu pembangunan rumah ibadah di Desa Mali-Mali.

