Pemancing 68 Tahun Hilang di Perairan Sampanahan, Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran

Banua Tv, Kotabaru – Seorang pemancing dilaporkan hilang di perairan Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/02/2026).
Korban diduga terjatuh dari perahu saat melaut seorang diri pada malam hari.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin melalui Pos SAR Kotabaru langsung mengerahkan tim rescue untuk melakukan pencarian begitu menerima laporan dari pihak keluarga.
Korban diketahui bernama Asralim Juni (68), warga Desa Gunung Batu Besar.
Berdasarkan kronologi yang diterima, korban berangkat melaut pada Selasa (10/02) pukul 19.00 WITA. Namun korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga yang melakukan pencarian mandiri hanya menemukan perahu korban dalam kondisi kosong di koordinat 2°39’28.4″S 116°15’42.0″E. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, segera memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian.
“Kami telah memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Kotabaru untuk segera melakukan penyisiran di sekitar titik ditemukannya perahu korban. Fokus utama kami saat ini adalah mengoptimalkan koordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat guna mempercepat penemuan korban di area pencarian,” ujar I Putu Sudayana.
Tim SAR diberangkatkan pada 11 Februari 2026 pukul 13.00 WITA dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA.
Peralatan yang dikerahkan meliputi rescue car, rubber boat, perlengkapan water rescue, satu set alat selam, serta perangkat komunikasi pendukung. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan.
Operasi pencarian ini melibatkan unsur gabungan, antara lain Pos SAR Kotabaru, BPBD Kabupaten Kotabaru, Polsek Sampanahan, Damkar Kotabaru, serta masyarakat dan nelayan setempat. Tim rescue menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 119 kilometer menuju titik kumpul sebelum memulai penyisiran di perairan menggunakan rubber boat.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.


