Akhiri “Wisata Birokrasi”, SIKEPANG Jadi Tonggak Digitalisasi Layanan Kenaikan Pangkat ASN Balangan

Banua Tv, Balangan – Praktik “wisata birokrasi” yang selama ini identik dengan proses kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Balangan kini tinggal cerita.
Transformasi layanan kepegawaian resmi dimulai sejak hadirnya aplikasi SIKEPANG (Fasilitasi Kenaikan Pangkat) yang memudahkan ASN mengurus administrasi tanpa harus berpindah tempat dan menempuh jarak puluhan kilometer.
Inovasi ini lahir dari kegelisahan terhadap proses administrasi yang masih berjalan setengah manual.
Meski sistem paperless Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah diterapkan sejak 2021, pengelolaan berkas di tingkat daerah masih kerap mengandalkan flashdisk dan pertukaran file melalui aplikasi percakapan, yang rawan tercecer dan tidak efisien.
Terobosan SIKEPANG digagas oleh Analis SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Balangan, Reza Fahdina.
Pada tahun 2022, ia mulai mengelompokkan berkas usulan kenaikan pangkat melalui Google Drive yang dibagi berdasarkan perangkat daerah.
“Awalnya memang merepotkan karena harus membagikan tautan folder satu per satu ke 33 SKPD. Namun, itu jauh lebih efektif dibandingkan menunggu flashdisk atau mencari berkas yang tenggelam di percakapan WhatsApp,” ujar Reza, Selasa (10/2/2026).
Inisiatif tersebut terus berkembang. Berbekal pembelajaran otodidak Google Apps Script (GAS), pada 2024 sistem sederhana itu bertransformasi menjadi aplikasi web berbasis basis data dengan nama SIKEPANG. Inovasi ini kembali ditingkatkan pada Februari 2026 melalui penambahan fitur Pengusulan Mandiri.
Melalui fitur tersebut, ASN kini dapat mengunggah berkas secara mandiri, memantau status usulan secara real time, hingga mengunduh Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat langsung melalui aplikasi.
Dampak positif SIKEPANG tidak hanya dirasakan internal, tetapi juga mendapat pengakuan regional. Pada penilaian Kantor Regional VIII BKN Juni 2025, Kabupaten Balangan berhasil meraih Peringkat IV Pengelolaan Kenaikan Pangkat Terbaik se-Regional VIII.
“Alhamdulillah, layanan kepegawaian semakin membaik. Ke depan, SIKEPANG akan terus dikembangkan agar terintegrasi dengan aplikasi layanan lainnya,” ujar Kepala BKPSDM Balangan, Sufriannor.
Manfaat inovasi ini dirasakan langsung oleh ASN di lapangan. Hery Irawan, tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Uren, mengaku kini tidak lagi harus menempuh jarak sekitar 40 kilometer menuju kantor BKPSDM hanya untuk mengantar berkas.
“Sangat menghemat waktu. Saya tidak perlu meninggalkan pelayanan hanya untuk mengantar berkas. Semua bisa dipantau lewat ponsel,” katanya.
Hal senada disampaikan Sairaji, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Bapperida Balangan.
Ia menilai sistem baru ini memangkas rantai birokrasi dan membuat proses pengusulan jauh lebih praktis.
Meski telah membawa perubahan signifikan, pengembangan SIKEPANG terus berlanjut. Salah satu fitur yang disempurnakan adalah On Going Feedback, yang memungkinkan pengusul langsung melakukan perbaikan berkas sesuai catatan verifikator.
“Aplikasinya sederhana, tetapi sangat membantu kami sebagai verifikator untuk bekerja lebih cepat dan transparan,” ujar Pahriati, verifikator BKPSDM Balangan.
Melalui SIKEPANG, BKPSDM Balangan menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu bergantung pada anggaran besar, melainkan lahir dari komitmen, kreativitas, dan keberanian untuk bertransformasi demi pelayanan yang lebih efektif dan manusiawi.


