Banua Tv, Tapin – Dinas Sosial Kabupaten Tapin menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah tahun 2025 kepada warga kurang mampu di sembilan kelurahan, Senin (29/12/2025).

Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin, Syafrudin mengatakan bahwa penyaluran BST merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Alhamdulillah, BST untuk sembilan kelurahan telah terealisasi seluruhnya, baik tahap pertama maupun tahap kedua,” ujarnya.
Pada tahap pertama penyaluran, tercatat sebanyak 1.512 warga sebagai penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, 1.484 orang berhasil menerima bantuan, sementara 28 orang tidak tersalur karena pindah domisili atau telah meninggal dunia. Total dana yang disalurkan pada tahap ini mencapai Rp890.400.000.
Sementara itu, pada tahap kedua jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 1.479 orang. Dari jumlah tersebut, 1.460 orang berhasil menerima bantuan, sedangkan 19 orang tidak tersalur dengan alasan yang sama. Total dana yang disalurkan pada tahap kedua sebesar Rp876.000.000.
Syafrudin menjelaskan, setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan dalam setiap tahap. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh Rp600.000 per tahap penyaluran.
“Untuk tahap pertama, bantuan mencakup bulan Januari dan Februari. Sedangkan tahap kedua mencakup bulan Maret dan April,” jelasnya.
Penyaluran BST dilakukan melalui Bank Kalsel guna menjamin transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran penerima. Proses distribusi bantuan dipusatkan di sembilan kelurahan penerima dengan mekanisme khusus bagi warga yang tidak dapat hadir secara langsung.
“Khusus bagi warga yang sakit atau tidak memungkinkan hadir, bantuan kami antar langsung ke rumah,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tapin berharap program BST ini dapat menjaga daya beli masyarakat serta membantu pemenuhan kebutuhan pokok secara layak. Selain itu, program ini diharapkan turut berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan warga kurang mampu di Kabupaten Tapin.


